Berlusconi: Sebaiknya Saya yang Latih Milan


Jumat, 21/05/2010 06:00 WIB

Milan - Silvio Berlusconi menjawab dengan tegas serangan fans yang diarahkan padanya. Pemilik AC Milan kembali mengkritik hasil yang didapat Leonardo dan menyebut kalau dia sendiri bisa melatih Diavolo Rosso.

Hubungan Berlusconi dengan Leonardo diketahui tak akur sejak pertengahan musin 2009/2010. Beberapa hasil mengecewakan yang didapat Milan dan kebijakan transfer saat mendatangkan Amantino Mancini membuat relasi antara bos besar dan pelatih itu retak.

Atas dasar hubungan yang tak lagi harmonis itulah Leonardo memutuskan angkat kaki. Fans Milan, yang sudah dipaksa menunggu lama untuk kembali bersaing dengan Inter Milan di Seri A, ternyata berpihak ke Leonardo. Milanisti ramai-ramai mengkritik Berlusconi karena kebijakan transfer yang terlalu irit dan hubungan dengan Leonardo.

Setelah menyebut Leonardo sebagai keras kepala, pria yang kini juga masih menjabat perdana menteri Italia itu kembali mengkritik pelatih Brasil itu. Mengaku kecewa dengan beberapa hasil buruk yang didapat Milan, Berlusconi menyebut kalau dirnya saja yang sebaiknya membesut Andrea Pirlo dkk.

"Milan harus fokus memainkan sepakbola yang bagus sekarang dan bukannya bermain imbang saat sudah memimpin 2-0 saat menghadapi Napoli sepanjang 90 menit. Tidak juga gagal mengantisipasi bahaya yang dimunculkan Douglas Maicon di derby kedua menghadapi Inter. Saat itu, saya berpikir kalau saya mungkin sebaiknya melatih mereka saja...," ketus Berlusconi di Football Italia.

Sementara soal minimnya dana belanja yang dia investasikan di Milan, Berlusconi juga membantahnya dengan tegas. Dia mengaku sudah melakukan investasi yang cukup demi Milan bisa berprestasi.

"Tidak benar kalau dikatakan saya tidak mengeluarkan uang. Dalam lima musim terakhir saya rata-rata menghabiskan 54 juta poundsterling semusim. Pada fans yang medesak saya menjual klub, saya katakan kalau saya mencintai Milan dan tak akan pernah menjual klub ini pada merak yang tak layak atau tak bisa memberi hasil yang lebih hebat."

"Orang Arab kaya yang katanya bisa membuat Milan lebih baik tidaklah ada. Dalam krisis ekonomi seperti ini, bahkan tak mudah untuk membayangkan ada pembeli dan saya tak akan menjual pada orang pertama yang datang," pungkas pengusaha media yang mulai mengambil alih Diavolo Rosso sejak 1986 itu.

No comments:

Post a Comment