Friendly (30/05/2010)
Real Madrid Classic - AC Milan Classic 4-3
Leonardo Pelatih Debutan Terbaik Seri A

Minggu, 30/05/2010 05:00 WIB
Milan - Meski hanya bertahan semusim di AC Milan dan tak menorehkan prestasi, namun apa yang ditorehkan Leonardo tetap mendapatkan apresiasi. Pelatih Brasil itu mendapat penghargaan pelatih debutan terbaik.
Musim lalu pencapaian Leonardo memang kurang memuaskan, pasalnya Massimo Ambrosini dkk. gagal menyabet trofi apa pun. Meski begitu pelatih yang sudah mengundurkan diri dari Milan ini tetap mendapatkan apresiasi positif.
Seperti diberitakan Football-Italia, Minggu (30/5/2010) dinihari WIB Leonardo memenangi penghargaan Torrazzo yang merupakan award untuk pelatih debutan terbaik di Seri A atau pun Seri B.
Pemenang dalam penghargaan ini ditentukan melalui keputusan dari asosiasi pelatih di klub kontestan dua kompetisi tersebut.
Torehan Leonardo di Seri A musim lalu adalah 20 kemenangan, sepuluh seri, dan delana kali kalah. Il Diavolo Rosso mencetak 60 gol dan kebobolan 39 kali.
Penghargaan Torrazzo diberikan sejak tahun 2001. Ada pun pemenang tahun lalu jatuh ke tangan pelatih Cagliari Massimiliano Allegri, yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat allenatore Milan.
Berlusconi: Sebaiknya Saya yang Latih Milan

Jumat, 21/05/2010 06:00 WIB
Milan - Silvio Berlusconi menjawab dengan tegas serangan fans yang diarahkan padanya. Pemilik AC Milan kembali mengkritik hasil yang didapat Leonardo dan menyebut kalau dia sendiri bisa melatih Diavolo Rosso.
Hubungan Berlusconi dengan Leonardo diketahui tak akur sejak pertengahan musin 2009/2010. Beberapa hasil mengecewakan yang didapat Milan dan kebijakan transfer saat mendatangkan Amantino Mancini membuat relasi antara bos besar dan pelatih itu retak.
Atas dasar hubungan yang tak lagi harmonis itulah Leonardo memutuskan angkat kaki. Fans Milan, yang sudah dipaksa menunggu lama untuk kembali bersaing dengan Inter Milan di Seri A, ternyata berpihak ke Leonardo. Milanisti ramai-ramai mengkritik Berlusconi karena kebijakan transfer yang terlalu irit dan hubungan dengan Leonardo.
Setelah menyebut Leonardo sebagai keras kepala, pria yang kini juga masih menjabat perdana menteri Italia itu kembali mengkritik pelatih Brasil itu. Mengaku kecewa dengan beberapa hasil buruk yang didapat Milan, Berlusconi menyebut kalau dirnya saja yang sebaiknya membesut Andrea Pirlo dkk.
"Milan harus fokus memainkan sepakbola yang bagus sekarang dan bukannya bermain imbang saat sudah memimpin 2-0 saat menghadapi Napoli sepanjang 90 menit. Tidak juga gagal mengantisipasi bahaya yang dimunculkan Douglas Maicon di derby kedua menghadapi Inter. Saat itu, saya berpikir kalau saya mungkin sebaiknya melatih mereka saja...," ketus Berlusconi di Football Italia.
Sementara soal minimnya dana belanja yang dia investasikan di Milan, Berlusconi juga membantahnya dengan tegas. Dia mengaku sudah melakukan investasi yang cukup demi Milan bisa berprestasi.
"Tidak benar kalau dikatakan saya tidak mengeluarkan uang. Dalam lima musim terakhir saya rata-rata menghabiskan 54 juta poundsterling semusim. Pada fans yang medesak saya menjual klub, saya katakan kalau saya mencintai Milan dan tak akan pernah menjual klub ini pada merak yang tak layak atau tak bisa memberi hasil yang lebih hebat."
"Orang Arab kaya yang katanya bisa membuat Milan lebih baik tidaklah ada. Dalam krisis ekonomi seperti ini, bahkan tak mudah untuk membayangkan ada pembeli dan saya tak akan menjual pada orang pertama yang datang," pungkas pengusaha media yang mulai mengambil alih Diavolo Rosso sejak 1986 itu.
Galliani: Milanisti Terbiasa 'Menyantap Kaviar dan Sampanye'

Rabu, 19/05/2010 03:00 WIB
Milan - Wakil presiden AC Milan Adriano Galliani bersikap adem ayem saja menanggapi protes Milanisti. Galliani menganggap protes itu muncul karena Milanisti terbiasa "menyantap kaviar dan sampanye". Maksudnya?
Seperti diberitakan Football-Italia, suporter setia Milan melancarkan protes dalam laga terakhir Seri A 2009/2010 melawan Juventus akhir pekan lalu.
Protes ini sebagai bentuk kekecewaan atas prestasi Il Diavolo Rosso yang hanya finis ketiga dan tak mendapatkan trofi apa-apa. Milanisti memberikan apresiasi kepada pelatih Leonardo yang memutuskan untuk mengundurkan diri dan mengkritik kebijakan presiden klub Silvio Berlusconi.
"Berlusconi akan menghadiri makan malam yang diadakan klub malam ini dan tidak ada satu pun yang menilai musim ini AC Milan mengalami kegagalan," tegas Galliani.
Sang wapres mengatakan bahwa aksi protes itu bukanlah sesuatu yang harus ditanggapi berlebihan. Galliani menilai protes itu muncul akibat Milanisti selama ini hampir selalu menyaksikan klub pujaannya mengukir prestasi di setiap waktu.
"Jelas Berlusconi kecewa dengan protes itu. Tapi protes itu tidak menunjukkan bahwa ada sesuatu yang pelik."
"Memang, ketika Anda terbiasa makan kaviar dan minum sampanye selama 26 tahun, lalu harus menyantap hidangan yang kurang prestisius bisa menyebabkan beberapa orang menyeringai (kecewa)," demikian Galliani mencoba membuat perumpamaan.
Van Basten Kritik Milan

Kamis, 18/02/2010 16:43 WIB
Milan - Salah satu legenda AC Milan, Marco Van Basten melontarkan kritik kepada mantan klubnya. Eks bintang Belanda itu menilai tim Merah-Hitam tidak memperlakukan Klaas Jan Huntelaar dengan baik.
Huntelaar adalah striker andalan Belanda. Namun pemain berjuluk The Hunter itu belum kunjung menemukan performa terbaiknya bersama Milan.
Huntelaar mendapatkan sorotan pasca laga melawan Manchester United di Liga Champions tengah pekan ini. Ditampilkan sebagai starter, pemain berusia 26 tahun itu tampil tak memuaskan. Itu sebabnya pelatih Leonardo menariknya keluar di pertengahan babak kedua dan digantikan Filippo Inzaghi.
Keputusan inilah yang dikecam oleh Van Basten. "Saya tidak tahu mengapa dia digantikan. Filippo Inzaghi memang pemain hebat, namun jangan lupa dia akan segera berusia 37 tahun," tukas Van Basten seperti dikutip dari Football-Italia.
"Klaas sepuluh tahun lebih muda. Bahkan meski dia membuat sejumlah kesalahan, (andai saya pelatihnya) dia akan saya biarkan bermain," lanjut pemain Milan tahun 1987-1993 itu.
Menurut Van Basten, Huntelaar seharusnya diberikan kesempatan lebih, karena itu sangat penting untuk membuat pemain mampu menampilkan kemampuan terbaiknya.
"Ada sejumlah laga di mana para pemain harus diberi kepercayaan agar meningkatkan keyakinan dirinya dan agar merasa dia menjadi bagian dari tim."
"Ini akan terjadi ketika pemain itu dilibatkan dalam laga penting dan menghadapi lawan yang kuat," tambah eks pelatih timnas Belanda tersebut.
Van Basten juga berharap bantuan dari tim bagi eks striker Real Madrid itu. "Klaas merupakan seorang striker hebat, namun dia tidak bisa melakukan semuanya sendiri," tuntasnya.
Tutup Musim, Milan Gasak Juve 3-0

Minggu, 16/05/2010 03:47 WIB
Milan - AC Milan menutup musim 2009/2010 dengan hasil manis. Menjamu Juventus di San Siro, Minggu (16/5/2010) dinihari WIB, Rossoneri memetik kemenangan besar dengan skor 3-0.
Meski skor akhir menunjukkan kemenangan telak buat tuan rumah, laga sesungguhnya berjalan sengit di menit-menit awal. Kedua kesebelasan yang sudah tak punya target untuk dikejar tampil lepas dengan permainan terbuka.
Namun Milan lebih mampu memanfaatkan peluang yang mereka miliki. Lewat dua gol dari Ronaldinho dan satu lainnya dari Luca Antonini, Diavolo Roso menyudahi laga dengan kemenangan 3-0.
Hasil tersebut juga menjadi kado perpisahan dari Leonardo. Menyusul hubungan yang kurang baik dengan manajemen klub, pria asal Brasil itu sudah memutuskan untuk menyudahi kerjasama dengan Milan usai laga pekan pamungkas Seri A ini.
Tambahan tiga angka membuat Milan duduk diposisi tiga dengan total mengumpulkan 70 poin hasil dari 20 kemenangan, 10 kali bermain imbang delapan kekalahan. Sementara Binconeri juga terpaku di posisi tujuh dengan 55 angka diraup hasil dari 16 kemenangan, tujuh kali imbang dan 14 kekalahan.
Jalannya Pertandingan
Milan lebih banyak menguasai boloa di menit-menit awal laga, namun Justru Juve yang lebih dulu membuat peluang. Lolos dari jebakan offside, Vicenzo Iaquinta gagal membobol gawang Dida dalam posisi satu lawan satu. Sepakannya melebar tipis di tiang jauh.
Pertahanan Rossoneri kembali bolong beberapa menit berselang setelah Antonio Candreva berhasil melepaskan tembakan dari posisi tak terkawal, meski arahnya melayang jauh di atas sasaran. Milan membalas tak lama kemudian melalui Alexandre Pato meneruskan crossing Luca Antonini, tak ada gol dari proses tersebut karena bola melambung terlalu lemah hingga bisa diantisipasi Gianluigi Buffon.
Lewat sebuah skenario serangan balik Milan akhirnya membuka keunggulan di menit 14. Bertukar umpan dengan Clarence Seedorf di sepertiga lapangan, Antonini menusuk ke kotak penalti Juventus dari tengah lapangan. Sepakannya masuk ke gawang Buffon justru setelah membentur kaki Fabio Cannavaro yang mencoba menghalau.
Tim tamu mencoba membalas melalui sepakan melengkung Hasan Salihamidzic dari luar kotak penalti namun masih melebar. Bukannya memperkecil ketinggalan, Juven justru makin tertinggal karena Ronaldinho berhasil mencetak gol kedua buat Milan.
Berhasil mengambil kembali bola yang sempat lepas kendali dari kaki Fabio Grosso, Dinho melakukan kerjasama satu-dua dengan Pato di muka kotak penalti. Sebuah tendangan terarah ke tiang dekat gagal diantisipasi Buffon dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Sebelum turun minum Juventus punya dua kesempatan mencetak gol. Setelah sepakan Alessandro Del Piero dari jarak jauh masih bisa ditinju Dida, tandukan Cannavaro dalam posisi bebas masih melenceng dari bidang sasaran.
Aksi individu Pato memporak-porandakan pertahanan Juventus membuka serangan Milan di babak kedua. Kesempatan lainnya yang dimiliki Si Bebek adalah tendangan bebasnya yang bisa ditinju Alex Maninger, yang masuk menggantikan untuk menggantikan Gianluigi Buffon.
Memasuki menit 67 Milan bisa menambah keunggulannya menjadi 3-0. Ronaldinho kembali menjadi goal scorer-nya saat sepakannya dari dalam kotak penalti meneruskan umpan yang dia terima dari Gianluca Zambrota bersarang di gawang Juventus.
Di menit 71 Leonardo menarik keluar Ronaldinho dan menggantikannya dengan Filippo Inzaghi. Saat berjalan meninggalkan lapangan, Dinho mendapat pelukan dan jabat tangan dari banyak pemain Milan di dalam lapangan. Di tambah standing ovation dan pelukan hangat yang dia lakukan bersama Leonardo di pinggir lapangan, muncul dugaan kalau mantan bintang Barcelona itu bakal hengkang di penghujung musim.
Tak banyak peluang lain tercipta di penghujung laga. Hingga akhirnya wasit meniup peluit panjang, skor bertahan di angka 3-0.
Terima Kasih Leo pada Milan

Jumat, 14/05/2010 23:19 WIB
Milan - Leonardo bersiap untuk melepas jabatannya sebagai pelatih AC Milan pekan depan. Untuk itu, pria berkebangsaan Brasil itu mengucapkan terima kasih kepada Rossoneri.
Seperti diberitakan sebelumnya, Leonardo akan undur diri sebagai pelatih usai membawa Milan menghadapi Juventus di pertandingan terakhir Liga Italia, Minggu (16/5/2010).
"Saya harus berterima kasih kepada Milan yang telah memberi saya kesempatan untuk melakukan apapun. Maka, terima kasih yang khusus dan tak terhingga buat mereka," ujar Leonardo dalam konferensi pers pengumuman pengunduran dirinya di situs Milan.
Leonardo meninggalkan kursinya setelah hanya satu musim. Di tangan pria 40 tahun itu, Andrea Pirlo dkk dibimbing hingga finis di posisi ketiga yang berarti tiket Liga Champions musim depan.
Meski baru setahun melatih, meninggalkan Milan adalah sesuatu yang berat bagi Leo karena ia pernah membela Rossoneri sebagai pemain, membantu sebagai agen dan pemandu bakat serta sebagai Direktur Teknik.
Leo bergabung sebagai pemain Milan tahun 1997 hingga 2001. Sempat bertualang di dua klub Brasil, Sao Paulo dan Flamengo, Leo yang seorang playmaker itu kembali ke San Siro tahun 2002 hingga pensiun setahun kemudian.
"Saya tidak bisa sedih. Saya akan selalu mengingat 13 tahun saya (di sini). Periode paling sulit bagi atlet adalah setelah pensiun. Adalah Adriano Galliani yang memberi saya kesempatan itu," kata Leo.
"Saya adalah produk Milan. Melepaskan diri saya dari Milan itu tidak mudah karena Milan memberi saya kesempatan untuk berbuat apapun. Apapun yang saya pelajari, saya mempelajarinya dari Adriano Galliani dan di sini, di Milan," tuntasnya.
Leonardo Cukup Sampai di Sini

Jumat, 14/05/2010 21:04 WIB
Milan - Perjalanan karir Leonardo melatih AC Milan rupanya cuma bertahan selama semusim. Setelah menghadapi Juventus pekan ini, Leonardo akan menanggalkan posisinya sebagai allenatore.
Keputusan tersebut diumumkan bersama oleh Milan dan Leonardo seusai sebuah pertemuan.
"Ini semua sudah jelas, kita telah berada di akhir. Kami telah bertemu tadi pagi dan telah membuat keputusan," ujar Leonardo kepada pers seperti yang dikutip Football Italia.
Sebelum ini, Leo memang ramai dikabarkan akan hengkang. Meski lumayan sukses membawa Andrea Pirlo dkk masuk zona Liga Champions, ketegangan pria Brasil itu dengan petinggi Rossoneri sudah tidak bisa diperbaiki.
Setelah dilepas oleh Milan, Leonardo dilaporkan akan kembali ke Brasil agar bisa lebih banyak berkumpul dengan keluarganya yang tinggal di Rio de Janeiro.
Mengenai siapa yang akan mengisi kursi Leonardo, Wakil Presiden Milan Adriano Galliani mengaku belum memikirkannya. Untuk pra musim, Milan akan ditangani oleh pelatih tim junior, Mauro Tassotti.
"Hingga hari ini Milan belum mengontak pelatih mana pun, masih ada waktu untuk itu. Kami sudah sepakat kalau Tassotti akan bertanggung jawab terhadap tim dalam tur yang akan dilakukan pada 12 Juli," papar Galliani.
"Tidak perlu tergesa-gesa. Kami belum membuat putusan apapun untuk masa depan," tegas sang wapres.
Milan Posisi Tiga, Leonardo Puas

Senin, 10/05/2010 10:21 WIB
Milan - Kekalahan kembali diderita AC Milan saat melawat ke Genoa. Tumbang 0-1, Leonardo tetap mengaku puas karena Rossoneri secara matematis berhasil mengamankan posisi tiga klasemen.
Setelah dipastikan terdepak dari perebutan Scudetto dua pekan lalu, Milan justru terancam oleh Sampdoria dan Palermo untuk bisa duduk di posisi tiga. Ancaman tersebut terasa nyata karena performa Alessandro Nesta dkk dalam beberapa pekan ke belakang jauh dari konsisten.
Laga malam tadi adalah salah satu buktinya. Melawat ke Genoa, Milan pulang membawa kekalahan 0-1. Namun klub 'Merah Hitam' itu berutung pada laga lain Il Sampd dan Aquile cuma bisa bermain imbang, yang membuat posisi tiga klasemen dipastikan jadi milik Diavolo Rosso.
"Itu target penting yang bisa kami raih dengan bisa lolos ke Liga Champions tanpa harus melewati babak penyisihan. Ini sesuatu yang jangan dianggap remeh," ungkap Leonardo di Football Italia.
Total poin yang kini dikumpulkan Milan adalah 67, unggul tiga angka atas Sampdoria di tangga keempat. Dengan hanya satu pertandingan tersisa, plus selisih gol dan rekor head to head yang lebih bagus, apapun hasil laga kontra Juventus di pekan terakhir nanti tak akan bisa menggoyahkan posisi Milan.
Meski begitu tetap saja Leonardo tak bisa menutupi kekecewaan atas hasil buruk yang didapat Milan dalam laga tersebut. Strategi serangan balik yang dia canangkan untuk pertandingan tersebut gagal lantaran pemain Milan terlalu lambat.
"Kami memainkan tempo dengan lambat. Kami berharap bisa memukul Genoa lewat serangan bail, tapi kami terlalu lambat untuk bisa mengejutkan mereka," pungkas pelatih yang santer dikabarkan bakal meninggalkan San Siro di penghujung musim nanti itu.
Leonardo: Hubungan dengan Berlusconi Sulit

Sabtu, 01/05/2010 00:17 WIB
Milan - Leonardo memberi indikasi kuat kalau dia benar-benar akan meninggalkan AC Milan di akhir musim ini. Pelatih asal Brasil itu menyebut kalau hubungannya dengan Silvio Berlusconi tak berjalan baik.
Kabar bakal hengkangnya Leonardo makin santer dalam beberapa hari terakhir. Apalagi kemarin Berlusconi mengeluarkan pernyataan yang menyebut kalau Leo memang bakal hengkang, meski sempat dibantah wakilnya, Adriano Galliani.
"Saya tak tahu apa yang dikatakan Berlusconi, tapi saya tak bisa menyangkal kalau hubungan kami berjalan sulit. Kami sangat berbeda, mungkin (hubungan) kami tidak rukun, tapi yang terpenting adalah tiga pertandingan terakhir," sahut Leonardo dalam konferensi pers, Jumat (30/4/2010) waktu setempat.
Terkait kabar kepergiannya dari Milan, Galliani sempat mengatakan kalau Leonardo bakal pulang ke Brasil untuk bisa lebih dekat dengan anaknya. Kabar lain yang berkembang adalah Brasil tengah mempersiapkan Leonardo untuk melatih timnas mereka pasca Piala Dunia 2010.
Merasa tak pernah melakukan pembicaraan dengan pihak Brasil maupun klub-klub lain, pria yang menguasi dengan baik lima bahasa itu menyangkal semua spekulasi masa depannya di tim lain.
"Saya bisa katakan kalau saya tak pernah berbicara dengan siapapun di Flamengo atau timnas Brasil, atau penyelenggara Piala Dunia 2014 di Brasil. Saya tak punya penawaran resmi dari manapun dan saya bahkan tidak memikirkan hal tersebut," lanjut pelatih 40 tahun itu.
Milan saat ini sudah terdepak dari persaingan meraih Scudetto. Duduk di posisi tiga klasemen sementara Seri A, Rossoneri bahkan terancam kehilangan tiket langsung ke Liga Champions musim depan karena posisinya di urutan tiga dibayangi Sampdoria, yang berada di bawahnya dengan selisih empat poin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Blog Favorit
My Travel Site
GhozanThoriq.com
XOstrat.com
pukeko.net
kadjaran.info
duyenpho.com
ghanatravelblog.com
johnmichaelssalon.us
christiancaceres.info
CryYourLastTear.com
My Education Site
isleronyc.com
Home Sweet Home
nipaah.com
Donglimu.com
Travel and Leisure Site
Endless Feeling
geekesfera.com
taroko.net
persada.info
Kedai Online
met3bfans.com
quavadis.org
napte.org
kudremukh.org
lanexpolska.info
Game Trailer
romadona.com
Already Inspired by Technology
Sincere Ladies in Metropolis
Real Estate Business Plan
Shellshock Syndrome of Technology and Gadgets
Home Improvement and Remodeling